quickedit{ display:none; }
Perbedaan antara yang MUNGKIN dan TIDAK MUNGKIN, terletak pada TEKAD KITA.

Sabtu, 31 Maret 2012

Syukur

Share |

Alhamdulillah...!
Itulah ungkapan nurani yang sempat terucap, meski hanya setengah berbisik.
rasa haru menyeruak pada dinding sanubari,
yang memaksa tetesan butiran bening, yang tak kuasa kutahan
harus mengalir membasahi pipi..
Ya... hari ini terpaksa aku haru menyumbangkan air mata haru
di sela-sela ribuan wisudawan-wisudawati Unmul.
Tangis bahagia yang tercipta, bukan hanya karena aku telah berhasil menyelesaikan program studi pascasarjana pada bidang administrasi pendidikan, tetapi predikat Cum Laude yang merupakan impian banyak orang, mampu kuraih.
Dalam kesempatan ini kutitipkan rasa terima kasih yang teramat dalam kepada:
1. Allah Azza wajalla yang dengan Taufik dan Hidayah-Nya telah menebarkan kepada saya untuk keberhasilan ini.
2. Ibunda saya tercinta, yang tak henti-hentinya berdoa demi keberhasilan anaknya.
3. Prof. Dr. H. Zamruddin Hasid, SE, SU selaku Rektor Universitas Mulawarman Samarinda yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyelesaikan Studi di Universitas Mulawarman Samarinda;
4. Prof. Dr. Ir. H. Abubakar M. Lahjie, M. Arg. selaku Direktur Pascasarjana Universitas Mulawarman yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk menyelesaikan studi pada Program Pascasarjana;
5. Drs. H. Syahril Bardin, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan studi di fakultas yang bapak pimpin;
6. Prof. Dr. H. Amir Masruhim, M.Kes. selaku Ketua Program Pascasarjana Pendidikan Universitas Mulawarman yang telah berkenan memberikan dorongan dan bimbingan dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan ketelitian sehingga studi di pascasarjana dapat terselesaikan;
7. Dr. H. Saraka, M.Pd. dan Drs. H. Sujiman, M.Pd. selaku pembimbing I dan II yang dengan penuh kesabaran telah membantu memberikan masukan dan koreksi demi kesempurnaan hingga akhir penyusunan tesis saya;
8. Prof. Dr. Makrina Tindangen, M.Pd., Dr. Mohammad Siddik, M.Pd., dan Dr. La Ode Rija’i, M.Si. selaku dosen penguji I, II, dan III yang telah memberikan saran-saran dalam rangka perbaikan tesis saya;
9. Seluruh Bapak/Ibu dosen program pascasarjana Universitas Mulawarman yang telah memberikan ilmu selama perkuliahan.
10. Rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan motivasi, yang kontribusinya sangat luar biasa.
11. Isteriku Erdiana, dan anak-anakku, Reza, Rozi, dan Lala yang tetap memberikan semangat kepada saya.
12. Siapa saja yang telah memberikan masukan dan bantuan kepada saya.
Semoga Allah melimpah rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Kamis, 09 Februari 2012

Konsep Doa Pelantikan Pengurus KORPRI Unit Kec. Muara Kaman

Share |
DOA PELANTIKAN PENGURUS KORPRI KECAMATAN MUARA KAMAN
KAMIS, 9 FEBRUARI 2012
‎ ‎
‏Alhamdulillah...
Shalawat...

ALLOHUMMA YA ALLAH ‎ KHOLIQUL ‘ALAM

Puji syukur Senantiasa kami haturkan,
kepada Engkau Sang pengatur kejadian alam,
atas Rahmat dan Nikmat yang Engkau taburkan,
bagi seluruh umat Mu siang maupun malam.

‎Pada saat ini, kami berkumpul ‎memanjatkan do’a dalam upacara pelantikan ‎PENGURUS UNIT KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA KECAMATAN MUARA KAMAN MASA BHAKTI 2011/2016, tiada lain yang kami mohonkan, ‎kecuali Limpahan Taufik, Hidayah, dari Engkau yang Maha Rahman

Ya Allah, Ya Tuhan kami

Mohon bukakan hidayah dan pintu hati,
kepada seluruh anggota KORPRI yang di lantik hari ini,
agar dimudahkan dalam mengemban amanat suci,
yakni melaksanakan Kode Etik dan Panca Prasetya KORPRI,
serta visi dan Misi Organisasi.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Rahman

Berikanlah kepada kami ketegaran dalam melakukan tindakan,
kebijakan dalam mengambil keputusan,
kelapangan dada dalam menghadapi segala persoalan,
kecemerlangan berfikir dalam menetapkan tujuan,
Sehingga masyarakat kami dapat menikmati arti sebuah kedamaian,
dapat mencicipi makna sebuah kesejahteraan, dan dapat merasakan yang namanya keadilan dan kemakmuran.


YA ALLAH YANG MAHA BIJAKSANA

Hindarkanlah kami dari perilaku radikal, ‎ekstrim, tidak toleran dan eksklusif dalam ‎melayani masyarakat, dan bimbinglah ‎hati kami untuk selalu berperilaku adil, ramah, kasih sayang, responsif, penuh perhatian, yang berbasiskan hati nurani, agar tali persaudaraan, persatuan, dan kesatuan, bagi masyarakat Indonesia tetap terjalin erat di bawah Ridha yang disinari dengan Nur Hidayah-Mu

Ya Allah Tuhan yang Maha Pengampun

Ampunilah segala khilaf dan dosa yang pernah kami perbuat.

Kiranya engkau dengarkan do’a dan pinta ‎kami, kabulkan permohonan kami ini.

Amin ya robbal ‘alamin

Sabtu, 16 Juli 2011

KEUTAMAAN DAN AMALIAH MALAM NISFU SYA’BAN

Share |

Berdasarkan Kalender Taqwim yang diterbitkan oleh Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI tahun 2011/1432 Masehi, maka Nisfu Sya’ban (15 Sya’ban) jatuh pada tanggal ke 16 ke 17 Juni 2011 (Sabtu malam Minggu).

Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam yang sangat istimewa, karena pada Purnama Sya’ban Allah SWT membuka pintu langit selebar-lebarnya guna mencurahkan karunia, melimpahkan anugerah yang tak terkira, mencurahkan keberkahan, mengangkat seluruh amalan hamba-Nya, mengabulkan seluruh hajat dan do’a yang dipinta, serta membuka 300 ribu pintu rahmat.

Adalah kebahagiaan yang tak ternilai jika kita sebagai insan yang dhaif, diberikan taufik dan hidayah dari Allah untuk melaksanakan amaliyah dan ibadah pada malam itu.
Menurut Ust.K.H.Ahmad Taufiq Hasnuri Amaliyah yang lazim kita lakukan sebagaimana yang dilakukan oleh para Ulama-Ulama terdahulu:
1. Sholat fardhu Maghrib Berjamaa’ah.
2. Sholat Sunnah ba’diyah Maghrib.
3. Membaca surah Yasin tiga kali, dengan niat Pertama (mohon panjang umur untuk taat beribadah), niat kedua (mohon diluaskan rizqi yang halal agar dapat beramal sholeh), niat ketiga (meninggal dalam keadaan husnul khotimah).
4. Sholat Sunnah Qobliyah Isya’.
5. Sholat fardhu Isya’ berjama’ah.
6. Sholat sunnah ba’diyah Isya.’
7. Sholat Sunnat Hajat
8. Sholat sunnah Tasbih.
9. Perbanyak membaca Sholawat.
10. Perbanyak Istighfar.
11. Perbanyak sholat sunnah malam (tahajjud)
Jika mungkin, baca tasbih Nabi Yunus : "LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZZOLIMIIN” sebanyak 2.375 kali. Insya Allah akan melapangkan hati kita untuk terus istiqomah dalam beribadah menjelang Ramadhan Al Mubarakah. Semoga Allah senantiasa menerbarkan rahmat-Nya, dan mengijabah doa-doa hamba-Nya yang benar-benar tulus menadah pinta. Amin ya mujibasya iliina.

Senin, 20 Juni 2011

Kasih Sayang Ibu

Share |

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia"
[Al Israa' , ayat 23 ]

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."
[Al Israa' , ayat 24 ]


Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.

Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.

Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!"

Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.

Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.

Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.

Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.

Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?"
Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu."

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,"Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.